Stimulasi Tepat agar Bayi Segera Berjalan Tanpa Baby Walker

Stimulasi Tepat agar Bayi Segera Berjalan Tanpa Baby Walker

Berjalan adalah milestone yang sangat dinantikan setiap orang tua dan bayi. Semua upaya pasti akan dilakukan untuk mencapainya. Beberapa orang tua tidak sabar menunggu masa-masa ini, sampai melakukan berbagai upaya, salah satunya dengan menggunakan baby walker. Padahal baby walker ini sudah tidak disarankan karena banyak dampak negatif pada tumbuh kembang bayi.

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) penggunaan baby walker tidak disarankan karena dapat mengakibatkan kecelakaan yang menyebabkan bayi meninggal. Sedangkan menurut dokter spesialis ortopedi Rumah Sakit Pondok Indah Bintaro Jaya, dr. Faisal Miraj, Sp. OT., menyampaikan bahwa pemakaian baby walker justru dapat menghambat kemampuan berjalan bayi, mengakibatkan kaki berbentuk “O”, dan mengakibatkan kelainan struktur tulang kaki bayi.

Hasil penelitian The American Academy of Pediatrics menyatakan bahwa baby walker justru menghalangi proses belajar berjalan. Hal ini dikarenakan baby walker hanya menguatkan otot-otot di tungkai bagian bawah, dan aktivitas motorik yang terjadi saat memakai baby walker hanya melibatkan sebagian serabut otot betis, sehingga melemahkan otot di tungkai bagian atas dan pinggul yang paling banyak digunakan dalam proses berjalan.

Melatih Bayi Berjalan dengan Cara Alami

Menurut berbagai penelitian mengungkapkan melatih bayi berjalan yang terbaik adalah dengan cara alami, secara medis juga akan lebih menguntungkan jika menggunakan cara alami dibandingkan dengan alat penunjang, karena saat belajar berjalan secara alamiah maka 100% serabut otot motorik akan terlatih. Berikut langkah stimulasi yang bisa ayah bunda lakukan untuk melatih berjalan, antara lain:

  1. Perbanyak Tummy Time dan Merangkak

Tummy time menjadi terapi latihan yang dapat melatih ketaangkasan otot. Saat bayi tengkurap, otot leher, bahu, punggung, perut, lengan dan paha akan saling berkoordinasi untuk menciptakan stabilitas tubuh. Selain itu, merangkak juga melatih keseimbangan dan konsentrasi visual-gerak bayi. Maka ayah bunda perlu memperbanyak tummy time dan merangkak sebelum melatih bayi untuk berjalan. Simak cara melakukan tummy time dan stimulasi merangkak yang tepat pada artikel sebelumnya.

  1. Menstimulasi dengan Permainan
Baca juga  Awas, Kenali Bahaya Bayi Melewati Fase Merangkak!

Memancing bayi dengan mainan kesukaannya akan mendorong bayi untuk lebih termotivasi belajar berjalan. Selain menstimulasi dengan mainan favoritnya, ayah bunda juga dapat menstimulasi dengan mengejarnya pada posisi merangkak agar bayi lebih banyak merangkak. Hal ini karena merangkak dapat menguatkan otot-ototnya dan melatih keseimbangannya.

  1. Bantu Bayi Berjalan

Langkah awal melatih bayi berjalan yaitu dengan membantunya menunjukkan cara berjalan dengan bantuan. Ayah bunda perlu tahu cara membantu anak ketika ia mulai berjalan. Ayah bunda dapat melakukannya dengan menopang tulang iganya. Ketika bayi sudah mulai stabil, ayah bunda bisa menopang bayi dengan memegang bagian pinggangnya untuk memastikan ototnya tetap kuat dan stabil.

  1. Membiasakan Tanpa Alas Kaki

Belajar berjalan tanpa alas kaki ternyata banyak manfaatnya. Berjalan tanpa alas kaki akan memudahkan bayi mengambil langkah agar tidak terpeleset karena kaki bayi akan mudah mencengkeram lantai. Selain itu, berjalan tanpa alas kaki akan melatih otot kaki bayi terbiasa dengan berbagai tekstur sehingga mampu membantu menguatkan otot-ototnya dan melatih keseimbangan tubuhnya.

Perlu ayah bunda ketahui bahwa red flag bayi dapat berjalan pada usia 18 bulan. Jika bayi ayah bunda terlalu nyaman merangkak dan belum mampu berjalan sebelum itu, maka ayah bunda tidak perlu cemas. Membiarkan anak menguatkan koordinasi otot dan melatih keseimbangannya justru berdampak lebih baik kedepannya. Ayah bunda cukup melatihnya dengan cara yang tepat tanpa paksaan. Jika sudah lebih dari 18 bulan bayi ayah bunda belum menunjukkan tanda keinginan berjalan, silahkan konsultasikan ke dokter spesialis anak untuk segera mendapatkan penanganan yang tepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *