Halo Moms! Sering merasa deg-degan saat menerima hasil timbang berat dan ukur tinggi badan si kecil? Hal itu sangat wajar. Memahami istilah-istilah medis dalam grafik pertumbuhan anak terkadang memang membingungkan.
Untuk membantu Moms lebih mudah memahaminya, yuk kita bedah cara membaca hasil evaluasi pertumbuhan anak lewat sebuah contoh kasus nyata dari data kesehatan berikut ini!
Mengenal Data Pertumbuhan Si Kecil Mari kita bahas evaluasi dari seorang anak perempuan yang saat ini berusia 35 bulan (sekitar 2 tahun 11 bulan). Saat diukur, anak ini memiliki berat badan 9,5 kg dan tinggi badan 84,5 cm.
Lalu, apa arti dari angka-angka tersebut? Dokter dan tenaga kesehatan biasanya menggunakan empat indikator utama untuk menilainya:
- Berat Badan Menurut Umur (BB/U): “Kurang” Indikator ini membandingkan berat badan anak dengan anak-anak seusianya. Untuk anak perempuan usia 35 bulan, berat badan idealnya seharusnya berada di rentang 10,7 hingga 15,6 kg. Karena berat si kecil dalam kasus ini adalah 9,5 kg, maka statusnya masuk ke dalam kategori Kurang.
- Tinggi Badan Menurut Umur (TB/U): “Pendek” Indikator ini melihat seberapa tinggi anak dibandingkan standar anak seusianya. Tinggi yang ideal untuk usianya berkisar antara 86,8 hingga 105,6 cm. Dengan tinggi 84,5 cm, si kecil berada di bawah rentang tersebut sehingga masuk dalam kategori Pendek.
- Berat Badan Menurut Tinggi Badan (BB/TB): “Gizi Baik” Moms, jangan sedih dulu! Ini adalah indikator yang sangat penting. Walaupun berat dan tinggi badannya di bawah rata-rata anak seusianya, ternyata saat berat badannya dibandingkan dengan tinggi badannya sendiri, si kecil berstatus Gizi Baik. Artinya, tubuhnya tidak kurus kering; proporsinya sangat pas antara berat dan tingginya.
- Indeks Massa Tubuh Menurut Umur (IMT/U): “Gizi Baik” Sama seperti poin sebelumnya, Indeks Massa Tubuh (IMT) si kecil juga menunjukkan hasil Gizi Baik. Ini mempertegas bahwa keseimbangan massa tubuh anak tersebut sangat sehat dan proporsional.
Kesimpulan untuk Moms Dari data di atas, kita bisa belajar bahwa melihat kesehatan anak tidak bisa hanya dari satu sisi saja. Anak pada contoh ini memang memiliki postur tubuh yang lebih kecil dan lebih ringan dibandingkan rata-rata anak seusianya, tetapi proporsi tubuhnya tergolong sangat seimbang dan gizinya tergolong baik.
(Catatan: Sebagai informasi tambahan di luar dari data yang diberikan, apabila Moms menemukan kondisi serupa pada anak, ini berarti Moms mungkin hanya perlu fokus meningkatkan asupan nutrisi harian agar pertumbuhannya bisa perlahan mengejar target ideal usianya. Jangan pernah ragu untuk berkonsultasi dengan dokter anak untuk mendapatkan panduan nutrisi yang paling tepat!)