Kenali Dan Lakukan Ini Agar Anak Tidak Terlambat Bicara (Speech Delay)!

Kenali Dan Lakukan Ini Agar Anak Tidak Terlambat Bicara (Speech Delay)!

Tumbuh kembang anak memang berlalu begitu cepat, hingga tanpa ayah bunda sadari ternyata masa merawat bayi itu menjadi hal yang paling dirindukan. Tentunya ayah bunda mengenal masa pertumbuhan bayi yang begitu pesat perkembangannya (golden age). Masa keemasan atau golden age ini sangat penting bagi pertumbuhan buah hati, karena pada masa ini pemberian stimulasi dalam segala aspek perkembangan mempunyai peran yang penting bagi anak usia dini. Apabila pada masa golden age ini anak tidak diberikan stimulus sesuai kebutuhannya dan lingkungan yang mendukung, maka akan berdampak pada perkembangan motoriknya termasuk kemampuan berbicara anak. Tanda anak mengalami speech delay apabila tidak melalui beberapa tahapan berikut ini:

  • Usia 0-6 bulan : sudah dapat memberikan respon reseptif seperti melirik jika ada suara, berekspresi seperti tertawa, cooing bersuara seperti “aahh  atuuuh”
  • Usia 9 bulan : cooing berubah menjadi babbling, mengucapkan “bababababa, dadadada, mamamama atau papapapa”,dapat mengucapkan  mama dan papa walaupun belum jelas dan mulai dapat melambai
  • Usia 12 bulan: dapat mengikuti satu perintah seperti “ayo sini atau lihat”, mulai menirukan suara dan intonasi suara, dapat mengucapkan satu suku kata
  • Usia 15 bulan : pengucapan suara meningkat menjadi tiga kata
  • Usia 18 bulan: mulai dapat menunjuk minimal satu anggota tubuhnya, pengucapan kata meningkat menjadi enam kata
  • Usia 2 tahun: mulai dapat menunjukkan gambar, mengikuti lebih dari dua perintah, dapat merangkai kata dan dapat menyebutkan gambar
  • Usia 2,5 tahun: dapat menunjuk enam anggota tubuhnya, dapat melakukan dua tindakan, setengah pembicaraannya dapat dimengerti
  • Usia 3 tahun: dapat mengetahui dua kata sifat, mengenali empat gambar, mengenal satu warna dan seluruh pembicaraannya dapat dimengerti
  • Usia 4 tahun: mulai dapat memahami empat kata, mengenal empat warna dan seluruh pembicaraannya dapat dimengerti.

Cara Stimulasi Anak Agar Tidak Terlambat Bicara (Speech Delay)

Ayah bunda yang peka pada kondisi dan tumbuh kembang anak tentunya akan menyadari kendala anak sejak dini. Jika ayah bunda merasa buah hati tidak melewati tahapan perkembangan bahasa diatas menandakan anak mengalami speech delay. Ayah bunda harus tetap tenang dan berusaha mengejar kemampuan anak dengan melakukan stimulasi mandiri. Beberapa cara stimulasi yang bisa ayah bunda lakukan diantaranya:

  1. Membacakan Buku
Baca juga  Pertolongan Pertama untuk Bayi Kuning

Manfaat membaca buku selain memperluas wawasan anak juga akan sangat membantu kemampuan bicaranya. Anak akan mampu berbicara dari apa yang ia dengar dan perhatikan. Semakin banyak ayah bunda mengisi tangki bahasa anak dengan membacakan buku sejak bayi, maka akan semakin banyak anak menyimpan kosakata pada memorinya. Meskipun bayi belum mampu menanggapi dan belum mengerti, namun kosakata ini akan disimpan dimemorinya dan nantinya inilah yang akan menjadi bekal anak saat sudah mampu berbicara baik dari bahasa buku/tulisan maupun bahasa lisan. Selain itu, dengan membacakan buku ayah bunda dapat membangun kedekatan (bonding) dengan buah hati. Meski awalnya buah hati terlihat tidak menyukai, ayah bunda dapat melakukannya dengan konsisten setiap hari dan saat kondisi anak serta ayah bunda sudah siap membaca buku bersama. Kegiatan membaca bukupun tidak harus dilakukan dengan selalu duduk anteng, meski anak tampak sambil bermain, ia akan tetap mendengar dan merekam suara ayah bunda membacakan buku, namun pastikan tidak ada sumber suara lain selain suara ayah bunda.

  1. Stimulasi dengan Permainan

Bayi akan sangat nyaman saat mendengar suara ayah bunda didekatnya. Sejak bayi, indera pendengar manusia sudah mampu mendengar dan merekam setiap kata yang ia dengar. Salah satu cara menyenangkan untuk menstimulasi kemampuan bicara anak adalah dengan bermain. Beberapa permainan yang membangun interaksi dan komunikasi dengan anak yaitu dengan bermain cilukba, bermain peran, bongkar pasang berbagai mainan, puzzle, bernyanyi, bahkan kegiatan makanpun akan sangat menyenangkan tanpa distraksi dengan saling bercakap bersama buah hati. Dunia anak adalah dunia bermain, maka lakukan stimulasi dengan cara semenarik mungkin.

  1. Biarkan Anak Mengeksplor Lingkungan Sekitarnya

Keterlambatan bicara (speech delay) pada anak terjadi karena tangki dengar anak belum terisi penuh. Bagaimana anak dapat dapat mengeluarkan kosa kata, jika ia sama sekali tidak pernah mendengar apabila mengenalnya. Maka membiarkan anak untuk berinteraksi dan berkomunikasi dengan teman sebaya atau lingkungan sekitarnya akan sangat berperan penting pada perkembangan bahasanya. Ayah bunda bisa mengajaknya menikmati lingkungan sekitarnya dan mencoba menarasikan apa yang dilihatnya, bertemu dengan keluarga atau teman diluar anggota keluarga dirumah,  atau membawanya ke taman bermain/sekolah jika memang diperlukan. Hal ini karena kemampuan bicara anak akan berdampak pada kondisi sosial anak. Anak yang memiliki kemampuan bicara yang baik akan mudah berinteraksi dengan temannya dan mudah menjelaskan kemauannya, sehingga anak akan lebih percaya diri dalam bergaul. Selain itu, hal ini juga akan mempengaruhi prestasi anak, terutama saat menjawab atau mengerjakan tugas sekolah dari guru.

  1. Berikan Motivasi
Baca juga  Wajib Baca! Ini Alasan Dianjurkan Bayi Menggunakan Popok Kain

Anak akan sangat membutuhkan dorongan dan motivasi orang tua di setiap perkembangannya. Ayah bunda dapat memberikan motivasi pada kemampuan bicara anak dengan sering mengajaknya berbicara tentang apapun yang ia lihat,  rasakan, dan lakukan. Saat anak masih bayi dan belum mampu bicara atau meski hanya dengan babbling, ayah bunda dapat meresponnya dengan senyuman dan hal serupa. Adanya respon sekecil apapun dari ayah bunda, akan meningkatkan kepercayaan dirinya dan mendorong buah hati untuk berusaha berkomunikasi dengan ayah bunda. Jika anak sudah banyak beraktivitas diluar, ayah bunda dapat mengajaknya bercakap membicarakan apa yang dia rasakan atau lakukan saat diluar rumah. Meski terkadang ayah bunda merasa obrolan ini tidak penting, tapi berbeda dengan anak yang merasa disayangi dan lebih percaya diri untuk mengeluarkan kosakata dalam tangki bahasanya. Selain terus mengajak anak berkomunikasi, ayah bunda juga dapat menstimulasi kemampuan bicara anak dengan memberikan fasilitas pendukung seperti menyediakan buku dirumah/mengajaknya ke perpustakaan, mengajaknya ke taman bermain, mengikutsertakan pada beberapa komunitas anak sesuai minat dan bakatnya, serta upaya lain yang menarik bagi anak menjalin interaksi dan komunikasi.

Beberapa cara diatas semoga dapat membaantu ayah bunda mencegah dan mengatasi speech delay pada anak. Jika dengan beberapa stimulasi mandiri masih belum menunjukkan perkembangan positif pada kemampuan bicara buah hati, ayah bunda sebaiknya segera konsultasi pada dokter spesialis anak untuk mendapat penanganan yang tepat. Semangat mengisi tangki bahasa anak dengan cara menyenangkan ya ayah bunda.

Leave a Reply

Your email address will not be published.