BB/PB atau BB/TB adalah singkatan dari Berat Badan menurut Panjang Badan (untuk bayi 0-24 bulan) atau Berat Badan menurut Tinggi Badan (untuk anak 24-60 bulan).
Jika BB/U melihat umur dan PB/U melihat tinggi, maka BB/PB ini tidak melihat umur sama sekali. Indikator ini langsung memasangkan berat badan dengan tinggi badan si kecil saat ini.
Sederhananya, BB/PB dipakai untuk melihat apakah anak kita proporsional (ideal), kurus kering, atau malah terlalu gemuk (obesitas).
——————————
Cara Membaca Grafik BB/PB (Proporsionalitas Anak)
Grafik ini sangat penting karena menunjukkan kondisi gizi anak saat ini juga (akut). Berikut cara membacanya di buku pink (KIA):
- Gizi Buruk (Severely Wasted): Anak sangat kurus kering dan badannya tampak seperti “tulang dibalut kulit”. Ini kondisi darurat medis.
- Gizi Kurang (Wasted): Anak masuk kategori kurus. Tubuhnya tidak ideal dengan tinggi badannya karena kekurangan asupan makanan atau baru saja sembuh dari sakit berat/diare.
- Gizi Baik (Normal): Tubuh anak sangat ideal dan proporsional. Berat badannya pas dengan tinggi badannya.
- Berisiko Gizi Lebih / Gemuk: Berat badan anak sudah melebihi batas ideal untuk ukuran tingginya.
- Obesitas: Anak sudah sangat gemuk. Ibu harus waspada dan mulai mengatur pola makannya.
——————————
Mengapa Grafik BB/PB ini Paling Penting?
- Penentu Status Gizi Nyata: Indikator inilah yang dipakai dokter untuk menentukan apakah seorang anak menderita Gizi Buruk, Gizi Kurang, atau Obesitas.
- Bisa Berubah Sangat Cepat: Berbeda dengan tinggi badan yang susah turun, status BB/PB bisa merosot tajam hanya dalam beberapa hari jika anak mogok makan (GTM) parah atau terkena diare dan tifus.
- Membantu Anak yang “Bongsor”: Jika anak Ibu secara usia (BB/U) terlihat sangat berat, jangan panik dulu. Cek grafik BB/PB ini. Jika anak Ibu ternyata juga sangat tinggi (bongsor) dan grafik BB/PB-nya di garis hijau (Normal), artinya anak Ibu tidak obesitas, melainkan memang berbadan besar dan proporsional.
——————————
Apa yang Harus Ibu Lakukan?
- Lihat keselarasan bentuk tubuh: Jika anak terlihat sangat kurus padahal tinggi badannya bertambah, segera cek grafik BB/PB.
- Fokus pada makanan padat gizi: Jika anak masuk kategori gizi kurang/buruk, Ibu harus memberikan makanan yang padat kalori dan protein hewani (double protein) untuk mengejar ketertinggalan berat badannya.
- Segera ke dokter: Jika grafik BB/PB si kecil berada di area Kurus atau Gizi Buruk, jangan ditunda. Segera bawa ke Puskesmas atau Dokter Anak untuk mendapatkan penanganan gizi khusus (seperti susu khusus atau makanan terapi).