Aug 31, 2026 Berat Badan

IMT/U – Indeks Massa Tubuh menurut Umur

Berikut adalah panduan lengkap dan mudah dipahami mengenai IMT/U (Indeks Massa Tubuh menurut Usia) untuk anak usia 0 – 60 bulan, yang disusun resmi berdasarkan Standar Antropometri Kementerian Kesehatan RI (Permenkes No. 2 Tahun 2020).
——————————
Mengenal IMT/U: Panduan Pantau Berat & Tinggi Ideal Anak (Usia 0 – 60 Bulan)

IMT/U adalah singkatan dari Indeks Massa Tubuh menurut Umur. Jika Ibu pernah mendengar istilah BMI (Body Mass Index) untuk diet orang dewasa, IMT/U adalah versi khusus yang digunakan dokter dan kader Posyandu untuk memantau tumbuh kembang balita.

Berbeda dengan timbangan biasa, IMT/U memadukan berat badan dan tinggi badan anak, lalu disesuaikan dengan usianya saat ini.

Mengapa Grafik IMT/U Sangat Penting bagi Ibu?

  • Paling Cepat Mendeteksi Obesitas: Grafik ini sangat peka mendeteksi sejak dini apakah si kecil mulai kelebihan lemak tubuh.
  • Mencegah “Tebak-Tebakan”: Anak gembul sering dianggap lucu dan sehat. Grafik IMT/U membantu Ibu melihat secara ilmiah apakah kegembulan tersebut masih aman atau sudah masuk kategori tidak sehat.

——————————
6 Status Gizi IMT/U Resmi Menurut Kemenkes RI

Berdasarkan aturan resmi Kemenkes RI, hasil plot grafik IMT/U anak Ibu akan menghasilkan salah satu dari 6 status gizi berikut:

Gizi Buruk (Severely Wasted)

  • Artinya: Tubuh anak sangat kurus kering karena kekurangan asupan energi dan protein yang sangat parah dalam waktu lama.
  • Tindakan Ibu: Ini adalah kondisi darurat medis. Segera bawa si kecil ke Puskesmas atau Rumah Sakit untuk mendapatkan pangan terapi khusus (seperti F100 atau RUTF).

Gizi Kurang (Wasted)

  • Artinya: Anak masuk kategori kurus. Berat badannya tidak seimbang dengan tinggi badan dan usianya. Biasanya terjadi karena anak baru sembuh sakit, diare, atau sedang GTM (Gerakan Tutup Mulut) parah.
  • Tindakan Ibu: Segera kejar dengan makanan padat kalori dan terapkan konsep Double Protein hewani (misal: dalam satu porsi ada telur dan daging ayam).

Gizi Baik (Normal)

  • Artinya: Bentuk tubuh si kecil sangat ideal, seimbang, dan proporsional antara berat dan tinggi badannya.
  • Tindakan Ibu: Selamat, Bu! Pertahankan pola makan gizi seimbang, jadwal makan yang teratur, dan rutin ke Posyandu.

Risiko Gizi Lebih (Possible Risk of Overweight)

  • Artinya: Ini adalah rambu kuning atau alarm awal. Tubuh anak sudah mulai kelihatan agak terlalu gemuk dan berada di atas garis hijau ideal.
  • Tindakan Ibu: Mulai batasi camilan yang terlalu manis, makanan instan, gorengan, atau pemberian susu formula yang berlebihan.

Gizi Lebih (Overweight)

  • Artinya: Anak sudah masuk kategori gemuk. Penumpukan lemak di tubuhnya sudah melebihi batas normal anak seusianya.
  • Tindakan Ibu: Jangan kurangi porsi makan utamanya secara drastis sendiri. Ganti camilan tidak sehatnya dengan buah potong segar dan ajak anak lebih aktif bergerak/bermain.

Obesitas (Obese)

  • Artinya: Anak sudah sangat gemuk. Kondisi ini berbahaya bagi kesehatan balita karena bisa mengganggu perkembangan motorik (anak jadi malas/susah bergerak) dan memicu penyakit di masa depan.
  • Tindakan Ibu: Anak wajib mendapatkan pemeriksaan dan panduan diet tumbuh kembang langsung dari Dokter Spesialis Anak atau Ahli Gizi di fasilitas kesehatan.

Untuk tahu nilai IMT, rumusnya adalah: Berat Badan (kg) dibagi (Tinggi Badan (meter) x Tinggi Badan (meter)).

Karena menghitungnya cukup rumit, Ibu tidak perlu menghitung sendiri. Ibu cukup:

  1. Pastikan berat badan dan tinggi badan anak diukur dengan benar di Posyandu/Puskesmas.
  2. Minta petugas memplot angkanya ke dalam grafik IMT/U di Buku KIA (Buku Pink) sesuai jenis kelamin anak.
  3. Lihat posisi titik anak Ibu berada di pita warna yang mana.
  4. atau gunakan KMS Online tinggal masukkan jenis kelamin, tanggal lahir, berat dan tinggi badan lalu lihat hasilnya.

 

sg