Berikut adalah panduan lengkap dan mudah dipahami mengenai IMT/U (Indeks Massa Tubuh menurut Usia) untuk anak usia 0 – 60 bulan, yang disusun resmi berdasarkan Standar Antropometri Kementerian Kesehatan RI (Permenkes No. 2 Tahun 2020).
——————————
Mengenal IMT/U: Panduan Pantau Berat & Tinggi Ideal Anak (Usia 0 – 60 Bulan)
IMT/U adalah singkatan dari Indeks Massa Tubuh menurut Umur. Jika Ibu pernah mendengar istilah BMI (Body Mass Index) untuk diet orang dewasa, IMT/U adalah versi khusus yang digunakan dokter dan kader Posyandu untuk memantau tumbuh kembang balita.
Berbeda dengan timbangan biasa, IMT/U memadukan berat badan dan tinggi badan anak, lalu disesuaikan dengan usianya saat ini.
Mengapa Grafik IMT/U Sangat Penting bagi Ibu?
- Paling Cepat Mendeteksi Obesitas: Grafik ini sangat peka mendeteksi sejak dini apakah si kecil mulai kelebihan lemak tubuh.
- Mencegah “Tebak-Tebakan”: Anak gembul sering dianggap lucu dan sehat. Grafik IMT/U membantu Ibu melihat secara ilmiah apakah kegembulan tersebut masih aman atau sudah masuk kategori tidak sehat.
——————————
6 Status Gizi IMT/U Resmi Menurut Kemenkes RI
Berdasarkan aturan resmi Kemenkes RI, hasil plot grafik IMT/U anak Ibu akan menghasilkan salah satu dari 6 status gizi berikut:
Gizi Buruk (Severely Wasted)
- Artinya: Tubuh anak sangat kurus kering karena kekurangan asupan energi dan protein yang sangat parah dalam waktu lama.
- Tindakan Ibu: Ini adalah kondisi darurat medis. Segera bawa si kecil ke Puskesmas atau Rumah Sakit untuk mendapatkan pangan terapi khusus (seperti F100 atau RUTF).
Gizi Kurang (Wasted)
- Artinya: Anak masuk kategori kurus. Berat badannya tidak seimbang dengan tinggi badan dan usianya. Biasanya terjadi karena anak baru sembuh sakit, diare, atau sedang GTM (Gerakan Tutup Mulut) parah.
- Tindakan Ibu: Segera kejar dengan makanan padat kalori dan terapkan konsep Double Protein hewani (misal: dalam satu porsi ada telur dan daging ayam).
Gizi Baik (Normal)
- Artinya: Bentuk tubuh si kecil sangat ideal, seimbang, dan proporsional antara berat dan tinggi badannya.
- Tindakan Ibu: Selamat, Bu! Pertahankan pola makan gizi seimbang, jadwal makan yang teratur, dan rutin ke Posyandu.
Risiko Gizi Lebih (Possible Risk of Overweight)
- Artinya: Ini adalah rambu kuning atau alarm awal. Tubuh anak sudah mulai kelihatan agak terlalu gemuk dan berada di atas garis hijau ideal.
- Tindakan Ibu: Mulai batasi camilan yang terlalu manis, makanan instan, gorengan, atau pemberian susu formula yang berlebihan.
Gizi Lebih (Overweight)
- Artinya: Anak sudah masuk kategori gemuk. Penumpukan lemak di tubuhnya sudah melebihi batas normal anak seusianya.
- Tindakan Ibu: Jangan kurangi porsi makan utamanya secara drastis sendiri. Ganti camilan tidak sehatnya dengan buah potong segar dan ajak anak lebih aktif bergerak/bermain.
Obesitas (Obese)
- Artinya: Anak sudah sangat gemuk. Kondisi ini berbahaya bagi kesehatan balita karena bisa mengganggu perkembangan motorik (anak jadi malas/susah bergerak) dan memicu penyakit di masa depan.
- Tindakan Ibu: Anak wajib mendapatkan pemeriksaan dan panduan diet tumbuh kembang langsung dari Dokter Spesialis Anak atau Ahli Gizi di fasilitas kesehatan.
Untuk tahu nilai IMT, rumusnya adalah: Berat Badan (kg) dibagi (Tinggi Badan (meter) x Tinggi Badan (meter)).
Karena menghitungnya cukup rumit, Ibu tidak perlu menghitung sendiri. Ibu cukup:
- Pastikan berat badan dan tinggi badan anak diukur dengan benar di Posyandu/Puskesmas.
- Minta petugas memplot angkanya ke dalam grafik IMT/U di Buku KIA (Buku Pink) sesuai jenis kelamin anak.
- Lihat posisi titik anak Ibu berada di pita warna yang mana.
- atau gunakan KMS Online tinggal masukkan jenis kelamin, tanggal lahir, berat dan tinggi badan lalu lihat hasilnya.